Bisnis

Rumah Modular Beton Merah Putih, Bisa menjadi Solusi di Lokasi Rawan Bencana Seperti Sumatra

Sakawarta, Jakarta – Hujan yang mengguyur di penghujung November 2025 di wilayah Sumatra, membuat air bah meluap deras dari sungai-sungai yang membawa material kayu gelondongan, sementara lereng-lereng perbukitan longsor menimbun permukiman warga hingga menutup infrastruktur dasar di sebagian wilayah Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), rumah rusak akibat bencana banjir dan longsor Sumatra mencapai 166.925 unit sampai Rabu (31/12/2025).

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pun mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatra, menyusul kerusakan berat yang menimpa lebih dari 50 ribu rumah di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Pembangunan huntara difokuskan untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara selama masa pemulihan pascabencana.

Bagi warga dengan kondisi rumah rusak berat, pemerintah Prabowo Subianto memberikan pilihan, baik menempati hunian sementara yang disediakan maupun menerima bantuan biaya bagi yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga.

“Yang intinya adalah konsep utamanya untuk yang ringan dan sedang ini akan diberikan biaya dukungan sebanyak Rp15 juta, itulah Rp30 juta dan kemudian untuk yang rusak berat, itu nanti akan disiapkan hunian sementara,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam keterangan pers di Posko Terpadu Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, dikutip Selasa (30/12/2025).

Wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Bener Meriah dan Aceh Tengah pada Sabtu (29/11/2025). Foto: BNPB.

Tito menjelaskan, sementara pembangunan hunian tetap (Huntap) dilakukan melalui tiga skema. Pertama adalah dari Danantara/BUMN sebanyak 15 ribu unit. Kedua, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikerjakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Ketiga, adanya dukungan besar dari masyarakat atau seperti Yayasan Buddha Tzu Chi untuk pembangunan hunian bagi warga terdampak bencana di Sumatra.

“Setelah itu ada konsep gotong royong, artinya pihak-pihak yang ingin membantu, di antaranya ada satu yang sudah membantu sebanyak 2.600 dan sudah groundbreaking minggu lalu,” tutur Tito.

Mengenal Beton Pracetak untuk Rumah Modular Milik Beton Merah Putih

Seperti kita ketahui, wilayah Indonesia berada di titik cincin api atau Ring of Fire sehingga kerap mengalami bencana alam hingga rawan terhadap bencana hidrometeorologi. Maka itu, dari sisi konstruksi dibutuhkan material bangunan yang mampu menopang pembangunan secara cepat dan kuat di lokasi rawan bencana, tanpa mengabaikan mutu serta kualitas.

Dalam hal ini, PT Motive Mulia yang merupakan anak usaha dari PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) emiten Semen Merah Putih, mampu mengakomodir hal tersebut melalui pembuatan beton siap pakai dan beton pracetak untuk rumah modular atau prefabricated modular concrete yang diproduksi oleh Beton Merah Putih.

Direktur Operasional Motive Mulia Akhmad Syamsuddin menjelaskan, pihaknya dapat menggeliatkan berbagai lini konstruksi seperti industri, komersial, dan juga untuk infrastruktur, mencakup pembangunan gedung bertingkat, perumahan, jalan raya, serta pembangunan lainnya seperti hunian di lokasi rawan bencana menggunakan beton pracetak untuk rumah modular.

Ia mengatakan raw material untuk pembangunan rumah modular di lokasi rawan bencana sudah siap melalui material beton dan semen hidrolis yang disuplai oleh perusahaan induk yakni CMNT. Terlebih, material ini bisa dikategorikan masuk aspek green construction atau konstruksi hijau.

Baca Juga  AHY Respons Nasib Pembangunan IKN: Kita Dihadapkan Anggaran Terbatas

Pembangunan Rumah Bisa Dilakukan Dalam Waktu Singkat

Prefabricated modular concrete milik Beton Merah Putih bisa membangun rumah tapak ataupun high-rise building seperti rumah susun dalam waktu yang relatif singkat.

“Ini sangat efektif dari sisi pelaksanaan. Ini sangat simpel, pertama di Indonesia,” kata Akhmad Syamsuddin saat diwawancarai di Gama Tower, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Prefabricated modular concrete diproduksi di pabrik. Beton pracetak untuk rumah modular ini dapat didesain seperti rumah pada umumnya yang terdapat kamar, ruang tamu, kitchen set, hingga toilet. Sementara pintu, jendela, lubang untuk pasang lampu sampai pipa untuk aliran air bersih bisa dibuat menyesuaikan dengan desain.

Syamsuddin menerangkan, produk unggulan Beton Merah Putih ini dapat di-instal di lokasi rawan bencana, karena pada umumnya modular precast sudah berstruktur rumah presisi, diracik di pabrik, tinggal dikirim ke lapangan.

“Di lapangan tinggal dipasang pintu jendela dan lain-lain. Jadi modular precast dicetak dulu (di pabrik), baru dikirim ke lapangan. Kita bikin di pabrik, sudah jadi, tinggal kirim ke lapangan. Sudah benar-benar siap, begitu dipasang, siap dicat,” ucapnya menegaskan.

Singkat kata, terdapat dua strategi utama. Pertama, alat dan teknologi dikirim ke lokasi rawan bencana. Kedua, produk ini sudah jadi dan tinggal dikirim ke lapangan. Untuk melakukan ini tentu saja dibutuhkan kerja sama dengan stakeholders terkait.

“Ini perlu berpartner dengan semua stakeholders di industri konstruksi untuk bisa mewujudkan ini sebagai solusi pembangunan rumah huni yang cepat dan masif, mulai pemerintah sebegai regulator, kontraktor, developer hingga pelaku usaha material konstruksi seperti kami,” tuturnya.

Syamsuddin menambahkan, mutu konstruksi rumah modular tidak hanya ditentukan dari kualitas betonnya saja, tetapi banyak lain seperti spesifikasi material bajanya.

“Untuk memastikan konstruksi rumah modular. Kami akan melakukan produksi sesuai dengan apa yang pemerintah approval, termasuk dalam penggunaan material konstruksi lainnya seperti baja,” katanya.

Produk Efisien Mengusung Konstruksi Hijau

Syamsuddin menekankan, prefabricated modular concrete yang dilahirkan oleh Beton Merah Putih ini masuk green product. Sebab, salah satu materialnya menggunakan semen hidrolis dari Semen Merah Putih dan memanfaatkan teknologi carbon capture storage (CCS). Jadi, precast modular ini bisa dibilang sebagai produk ramah lingkungan karena mampu mengurangi emosi karbon, tidak seperti produk konvensional lainnya.

“Kita tangkap CO2, kita injeksi ke beton. Mungkin satu-satunya di Indonesia baru Merah Putih yang produksi ini, kita masukkan karbon ke dalam beton concrete kita,” tuturnya.

Prefabricated modular concrete merupakan salah satu pilihan konstruksi untuk membangun hunian di lokasi rawan bencana. Saat ini dengan kapasitas yang ada, Beton Merah Putih bisa memproduksi 30 modular precast per hari atau 150 modular per minggu.

“Ini berarti 150 rumah setiap minggu ready (siap),” katanya.

Melalui modular precast, maka tidak perlu dibangun infrastruktur terlebih dahulu. Justru bisa berkebalikan alias membuat rumah modular terlebih dahulu untuk selanjutnya ditempatkan pada lahan yang kosong.

“Kita bikin rumah dulu baru infrastrukturnya, yang harus disiapkan adalah lahannya, lalu kita tata. Jadi, material itu yang dikirim adalah rumah (modular),” ucapnya memungkasi.

Related Articles

Back to top button