Bisnis

‎PT JJB Peroleh Kredit Sindikasi Rp17,92 Triliun untuk Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen

Sakawarta, Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk atau JSMR melalui anak usahanya PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), resmi menandatangani perjanjian kredit sindikasi senilai Rp17,92 triliun untuk mendukung pembiayaan pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen yang memiliki nilai investasi total mencapai Rp25,61 triliun.

‎Penandatanganan perjanjian kredit sindikasi dilaksanakan di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta, pada Selasa (17/3/2026) yang dihadiri Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga Ari Respati, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko JSMR Pramitha Wulanjani, Komisaris Utama PT JJB Aldrin Maulana Najib, Direktur Utama PT JJB A.J. Dwi Winarsa, bersama perwakilan dari seluruh kreditur.

‎Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan, fasilitas pembiayaan tersebut diperoleh dari sejumlah lembaga perbankan dan institusi keuangan yang terdiri dari Bank Mandiri, Bank Central Asia (BCA), dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) (Persero).

‎”Yang bertindak sebagai Joint Mandated Lead Arrangers & Bookrunners (JMLAB). Sementara itu, Maybank Indonesia dan Bank BPD Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY) turut andil sebagai partisipan dalam sindikasi pembiayaan ini,” kata Rivan dalam keterangannya dikutip Selasa (17/3/2026).

‎Menurut dia, keberhasilan financial close ini mencerminkan kuatnya kepercayaan sektor perbankan dan institusi keuangan terhadap fundamental bisnis Jasa Marga, serta prospek jangka panjang jalan tol di Indonesia.

‎Rivan A. Purwantono menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh para kreditur dalam mendukung pembiayaan proyek strategis tersebut.

‎“Kepercayaan yang diberikan oleh para lembaga keuangan ini menjadi fondasi penting bagi Jasa Marga dan PT JJB untuk mempercepat pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen. Proyek ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi konektivitas kawasan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah,” ujar Rivan.

‎Rivan menambahkan, proyek Jalan Tol Yogyakarta–Bawen merupakan salah satu infrastruktur strategis yang diharapkan dapat meningkatkan integrasi jaringan Jalan Tol Trans Jawa di wilayah tengah.

‎“Dengan terhubungnya koridor Yogyakarta menuju Semarang melalui jalan tol, mobilitas masyarakat dan distribusi barang akan menjadi lebih efisien. Hal ini juga diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan ekonomi, pariwisata, serta investasi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah,” tutur Rivan.

‎Direktur Utama PT JJB A.J. Dwi Winarsa mengatakan penandatanganan perjanjian ini merupakan hasil dari kolaborasi seluruh pemangku kepentingan terhadap percepatan progres pembangunan infrastruktur yang menghubungkan wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah tersebut.

‎“Untuk sampai pada tahap ini, kita telah melalui proses yang cukup panjang dan alhamdulillah dapat berjalan dengan lancar. Kami berharap penandatanganan ini menjadi awal yang baik bagi pembangunan JJB serta mendukung penyelesaian proyek sesuai target waktu. Terima kasih atas dukungan seluruh pihak, semoga kolaborasi ke depan dapat terus terjaga dan memberikan hasil sesuai harapan bersama,” ujar Dwi.

‎Jalan Tol Yogyakarta–Bawen memiliki total panjang 75,12 km yang terbagi dalam 6 seksi, yaitu Seksi 1 Sleman–Banyurejo sepanjang 8,80 km, Seksi 2 Banyurejo–Borobudur sepanjang 15,20 km, Seksi 3 Borobudur–Magelang sepanjang 8,10 km, Seksi 4 Magelang–Temanggung sepanjang 16,65 km, Seksi 5 Temanggung–Ambarawa sepanjang 21,39 km, serta Seksi 6 Ambarawa–Bawen sepanjang 4,98 km.

‎”Saat ini, Seksi 6 Ambarawa-Bawen telah dioperasikan secara fungsional dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik periode libur lebaran 2026,” katanya.

‎Rivan menerangkan, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen merupakan bagian dari pengembangan jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas antara wilayah Yogyakarta dengan Semarang serta kawasan di sekitarnya.

‎”Kehadiran Jalan Tol Yogyakarta-Bawen diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu tempuh perjalanan, memperlancar distribusi logistik, serta mendukung pengembangan kawasan pariwisata dan ekonomi di wilayah tersebut,” tuturnya.

‎Secara operasional, kata Rivan, keberadaan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen juga akan memberikan alternatif jalur bagi pengguna jalan dari arah Yogyakarta menuju Semarang maupun sebaliknya, sekaligus membantu mengurangi potensi kepadatan lalu lintas pada jalur arteri eksisting, khususnya di kawasan Bawen dan sekitarnya.

‎”Dukungan pembiayaan ini semakin memperkuat komitmen Jasa Marga dalam menghadirkan infrastruktur jalan tol yang berkualitas dan berkelanjutan. Jalan Tol Yogyakarta–Bawen diharapkan dapat menjadi penggerak konektivitas baru yang mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi kawasan Yogyakarta dan Jawa Tengah,” kata Rivan.

Baca Juga  JMRB: HIPMI Jaya-Jabar Sepakat Dorong Potensi Perputaran Ekonomi hingga Rp500 Miliar

u

Related Articles

Back to top button