Properti

BP Tapera: Penyaluran FLPP Tahun 2025 Ditutup pada Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

Sakawarta, Jakarta – Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho mengungkapkan, penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025 ditutup di level tertinggi sepanjang sejarah.

“Di angka 278.868 unit senilai Rp34,64 triliun dari 40 Bank penyalur dan 22 Asosiasi Perumahan yang tersebar di 13.249 perumahan, yang dikelola oleh 8.113 pengembang di 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota,” kata Heru Pudyo Nugroho dalam keterangan resmi dikutip Kamis (1/1/2026).

Heru mengungkapkan, realisasi penyaluran dana FLPP tahun 2025 mencapai 79,68% dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 350 ribu unit rumah.

“Walaupun tidak sampai ke titik 350 ribu unit, namun pencapaian tahun ini adalah yang tertinggi sepanjang sejarah penyaluran dana FLPP sejak tahun 2010. Dengan komposisi 99,99% atau 278.865 unit merupakan rumah tapak dan sisanya 0,001% (3 unit) rumah susun,” ujarnya.

Heru menyebutkan, penerima manfaat dana FLPP tersebut meliputi pekerja swasta hingga 205.311 unit rumah (73,63%), wiraswasta sebanyak 39.218 unit rumah (14,06%), PNS/ASN sebanyak 20.814 unit rumah (7,46%), TNI/Polri sebanyak 5.409 unit rumah (1,94%), lainnya 8.083 unit rumah (2,90%), serta 33 unit lainnya dari segmen lainnya (0,01%).

Ia mencatat, jika dibandingkan dengan tahun 2024 lalu, penerima manfaat FLPP dari pekerja swasta mengalami peningkatan sebesar 31,3%, wiraswasta mencapai peningkatan hingga 58,7%. Lalu, PNS jauh lebih tinggi pertumbuhannya hingga 145,7% dan TNI/Polri mengalami peningkatan hingga 36,9%.

Baca Juga  BP Tapera-Kementerian PKP Sosialisasikan FLPP dan KPP KUR Perumahan di Magelang

Lebih lanjut kata Heru, sementara Bank Tabungan Negara (BTN) masih mendominasi penyaluran dana FLPP hingga 132.744 unit rumah (47,60%) dari total penyaluran dana FLPP, diikuti oleh Bank Syariah Nasional atau BSN (59.463 unit rumah/21,32%), Bank Rakyat Indonesia atau BRI (32.206 unit rumah/11,54%), Bank Negara Indonesia atau BNI sebanyak (15.159 unit rumah/5,44%), Bank Mandiri (11.122 unit rumah/3,98%) dan diikuti bank penyalur lainnya.

“Sedangkan dari sisi Asosiasi Pengembang Perumahan, REI menempati rangking pertama dengan pembangunan rumah hingga 117.680 unit/42,20%, diikuti oleh APERSI (82.514 unit/29,59%), HIMPERRA (37.593 unit/13,48%), APERNAS (9.522 unit/3,41%), ASPRUMNAS (9.207 unit)/3,30%, dan diikuti oleh 17 asosiasi perumahan lainnya,” ujarnya.

Menurut Heru, Provinsi Jawa Barat masih menjadi provinsi tertinggi penerima manfaat FLPP di seluruh Indonesia dengan capaian 62.591 unit rumah/22,44%. Diikuti oleh provinsi lainnya yaitu Jawa Tengah (24.470 unit/8,77%), Sulawesi Selatan (23.255 unit/8,34%), Banten (18.966 unit/6,80%), Jawa Timur (18.361 unit/6,58%).

Ia merinci, Kabupaten Bekasi masih meraih peringkat pertama penerima manfaat FLPP di Indonesia sebesar 14.702 unit rumah/19% disusul oleh 9 kabupaten kota lainnya yaitu Kabupaten Bogor (10.195 unit rumah/13%), Kabupaten Tangerang (8.246 unit rumah/11%), Kabupaten Karawang (7.097 nit rumah/9%), Kota Kendari (6.895 unit rumah/9%), Kabupaten Maros (6.233 unit rumah/8%), Kota Palembang (6.198 unit rumah/8%), Kabupaten Deli Serdang (5.992 unit rumah/8%), Kabupaten Kubu Raya (5.246 unit rumah/7%) dan kabupaten Gowa (5.242 unit rumah/7%).

Related Articles

Back to top button