Bisnis

Danantara Siap Groundbreaking Enam Proyek Hilirisasi Senilai Ratusan Triliun Awal Februari

Sakawarta,, Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiapkan enam proyek hilirisasi strategis senilai ratusan triliun yang akan memasuki tahap groundbreaking dan konstruksi secara bertahap pada awal Februari 2026.

Menteri Investasi dan Hilirisasi RI sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani mengungkapkan, proyek-proyek tersebut mencakup sektor mineral, energi, dan pangan, termasuk pengembangan industri unggas terintegrasi di lima lokasi.

Menurut dia, proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari agenda hilirisasi pemerintah yang mulai direalisasikan pada awal tahun depan.

“Ada bauksit, aluminum, di Balikpapan kemudian ada bioaktur dan kemudian ada refinery juga, dan ada unggas di lima tempat,” ujar Rosan kepada wartawan Jakarta, dikutip Kamis (15/1/2026).

Rosan menerangkan, proyek industri unggas terintegrasi menjadi salah satu dari enam proyek hilirisasi yang akan mulai dikerjakan pada Februari 2026.

Kendati demikian, ia belum merinci lokasi spesifik pengembangan proyek unggas tersebut.

Sementara itu, terkait kemungkinan dimulainya proyek dimethyl ether (DME), Rosan belum memberikan kepastian.

“Kalau tidak salah, sekitar Februari,” kata Rosan dilansir dari bloombergtechnoz.

Saat ditanya mengenai kesiapan teknologi, termasuk isu keterlibatan pihak luar negeri, Rosan menyampaikan bahwa kajian teknis masih berlangsung dan akan dibahas lebih lanjut.

Baca Juga  Prabowo Terima Michael Bloomberg di Istana: Bahas Dananara, Penguatan SDM hingga Konservasi Laut

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia berpotensi memperoleh investasi proyek hilirisasi hingga US$6 miliar atau sekitar Rp101 triliun dalam waktu dekat.

Pemerintah menargetkan realisasi minimal enam hingga sebelas proyek hilirisasi dalam tahap awal.

“Kami harapkan minimal 6–11 proyek hilirisasi,” ujar Prabowo dalam peresmian Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (12/1/2026).

Selain proyek unggas, Danantara juga menyiapkan sejumlah proyek hilirisasi di sektor mineral dan energi.

Berdasarkan paparan sebelumnya, proyek-proyek tersebut meliputi pengembangan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) serta smelter aluminium yang melibatkan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), sebagai bagian dari strategi hilirisasi bauksit nasional.

Di sektor energi terbarukan, Danantara menyiapkan proyek green refinery untuk bioavtur serta pengembangan fasilitas bioetanol guna mendukung transisi energi dan peningkatan bauran bahan bakar nabati dalam negeri.

Seluruh proyek tersebut direncanakan memasuki tahap konstruksi secara bertahap sepanjang Januari hingga awal bulan berikutnya, seiring penyelesaian aspek teknis dan administratif.

Di sektor pangan dan agribisnis, proyek unggas terintegrasi diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung program prioritas pemerintah di bidang gizi.

Pemerintah melalui Danantara juga merencanakan investasi sebesar Rp20 triliun untuk memperkuat sektor peternakan unggas nasional di 13 provinsi.

Related Articles

Back to top button