Bisnis

Dony Oskaria: Merger BUMN Karya pada Q-II Batal, Dipastikan Rampung Tahun Ini

Sakawarta, Jakarta – Direktur Operasional Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria mengungkapkan, merger BUMN Karya yang semula dijadwalkan rampung pada kuartal (Q) II tahun 2026, waktunya mundur dari yang telah diumumkan sebelumnya.

‎Dony Oskaria menerangkan, target merger kemungkinan mundur ke bulan berikutnya, batal dilakukan pada Juni 2026.

“Kemungkinan besar (merger BUMN karya) itu mundur setelah saya lihat timeline-nya. Tapi, yang pasti tahun ini selesai,” ujar Dony Oskaria kepada wartawan di Jakarta, dikutip Kamis (30/4/2026).

Sebelumnya, Dony menyebutkan ihwal merger BUMN sektor karya rampung pada semester II 2026, setelah seluruh perusahaan berada dalam kondisi sehat secara fundamental.

‎”Kita harapkan tahun ini selesai, jadi kemungkinan besar nanti akan kita lakukan di semester kedua,” tuturnya.

Sepanjang tahun 2025 lalu, kata Dony, pemerintah memfokuskan diri pada pembersihan laporan keuangan (clean-up), termasuk penyesuaian nilai aset dan pembenahan pembukuan BUMN karya.

‎Setelah restrukturisasi dan penurunan beban utang selesai, perusahaan-perusahaan akan masuk ke fase konsolidasi usaha melalui skema merger.

‎”Setelah itu baru masuk ke fase berikutnya itu fase untuk melakukan konsolidasi daripada bisnisnya melalui merger gitu ya,” ujar Dony.

Baca Juga  Hutama Karya dan Kementerian PU Pastikan Lokasi Dapur Makan Bergizi Gratis di Jambi

Adapun BUMN Karya yang masuk dalam rencana merger antara lain:

1. PT Hutama Karya (Persero)

‎2. PT Waskita Karya (Persero) Tbk

3. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

4. PT Adhi Karya (Persero) Tbk

5. PT PP (Persero) Tbk

‎6. PT Brantas Abipraya (Persero)

7. PT Nindya Karya (Persero).

Related Articles

Back to top button