Bisnis

Harapan Rektor ITPLN Iwa Garniwa Usai Suroso Isnandar Didapuk Jadi Jadi Dirut PLN

Sakawarta, Jakarta – Rektor Institut Teknologi PLN (ITPLN) Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, M.K., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., menyambut baik penunjukan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama atau Dirut PT PLN (Persero) Suroso yang masih aktif sebagai dosen tetap ITPLN dinilai memiliki pengalaman panjang di industri ketenagalistrikan yang dapat memperkuat transformasi PLN, pengembangan energi baru terbarukan (EBT), dan sinergi antara perguruan tinggi dengan dunia industri.

Suroso resmi dipercaya memimpin PLN melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 14 Oktober 2026. Ia menggantikan Darmawan Prasodjo yang sebelumnya memimpin perusahaan listrik negara tersebut.

Iwa mengaku sengaja menghadiri momen pergantian kepemimpinan itu karena memiliki hubungan profesional dengan keduanya sejak lama. Terlebih, Suroso tercatat sebagai dosen tetap ITPLN sejak 15 Juni 2025 lalu. Sedangkan Darmawan meletakkan fondasi ITPLN sebagai anak kandung PLN.

“Ini momen penting, jadi saya harus turut menghadirinya. Apalagi, Pak Suroso itu dosen ITPLN juga. Saya kenal beliau sudah lama, sejak saya menjadi dosen di UI. Dari awal, Pak Suroso sering ikut konferensi dan saya menjadi jurinya, sehingga kami sering berinteraksi,” ujar Iwa dalam keterangannya pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

“Kemudian pak Darmawan, terima kasih banyak atas pengabdiannya selama ini. Era pak Darmawan juga yang menanamkan sejarah baru ITPLN, transformasi kampus transisi energi, dari STT PLN dan sekarang ITPLN. Apalagi ada state, ITPLN itu anak kandung PLN,” ucapnya menambahkan.

Menurutnya, penunjukan Suroso menjadi momentum penting bagi PLN sekaligus ITPLN. Ia berharap kepemimpinan baru PLN dapat melanjutkan transformasi perusahaan dan memastikan berbagai program pemerintah di sektor ketenagalistrikan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, salah satunya program PLTS 100 GWp.

“Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Suroso Isnandar yang kini mengemban amanah sebagai Dirut PLN. Semoga beliau meneruskan transformasi di PLN sekaligus menyukseskan program pemerintah agar memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.

Iwa menilai pengalaman Suroso selama lebih dari tiga dekade di PLN menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan sektor ketenagalistrikan. Pengalaman tersebut mencakup pengelolaan sistem tenaga listrik, pengembangan infrastruktur, operasional perusahaan, hingga transformasi digital.

Menurut dia, agenda strategis PLN, terutama menjaga keandalan pasokan listrik dan mempercepat pengembangan EBT, membutuhkan kepemimpinan yang memahami kebutuhan operasional sekaligus arah perubahan industri energi.

Baca Juga  SIG dan Solusi Bangun Indonesia Kebut Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi di Tuban

Iwa juga berharap kepemimpinan Suroso memperkuat kolaborasi antara PLN dan perguruan tinggi, khususnya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri dan perkembangan teknologi energi.

“Semoga kepemimpinan Bapak Suroso Isnandar semakin memperkuat sinergi antara dunia industri dan perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia di sektor transisi energi,” ujarnya.

Perkuat Kompetensi Lulusan di Sektor Energi

Iwa menjelaskan, ITPLN menerapkan sistem pembelajaran 4-4-2, yakni 40 persen pembelajaran teori, 40 persen pembelajaran berbasis studi kasus, problem-based learning dan project-based learning, serta 20 persen melalui kuliah tamu bersama praktisi nasional maupun internasional.

Keterlibatan praktisi industri sebagai pengajar, kata dia, menjadi bagian dari upaya ITPLN mendekatkan pembelajaran akademik dengan kebutuhan dunia kerja. Kehadiran Suroso sebagai dosen tetap diharapkan memperkaya proses tersebut, terutama dalam pengembangan kompetensi mahasiswa untuk menghadapi tantangan transisi energi.

Latar belakang Suroso yang menggabungkan pengalaman profesional di PLN dengan pendidikan akademik dinilai dapat memberikan perspektif langsung kepada mahasiswa mengenai pengelolaan sistem ketenagalistrikan, transformasi perusahaan, dan pengembangan energi terbarukan.

Sebagai Applied University, keterhubungan dengan industri menjadi penting bagi ITPLN untuk memastikan lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menganalisis persoalan dan mengembangkan solusi atas tantangan nyata di sektor energi.

Rekam Jejak Profil Suroso Isnandar

Suroso Isnandar lahir di Klaten pada 12 Agustus 1971. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1994, kemudian meraih gelar Master of Science bidang Power System Engineering and Management dari University of Abertay, Inggris, pada 1999. Pada 2025, ia menyelesaikan pendidikan doktoral Teknik Elektro di ITB.

Sebelum ditunjuk menjadi Direktur Utama PLN, Suroso menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan sejak 18 Juni 2025. Ia juga pernah menduduki sejumlah posisi strategis, antara lain Kepala Unit Digital dan Teknologi Informasi, general manager di sejumlah unit operasi PLN, serta Vice President Perencanaan Sistem.

Pengalaman tersebut memberinya pemahaman lintas bidang, mulai dari pengelolaan sistem tenaga listrik, pembangkitan dan penyaluran listrik, hingga transformasi digital dan pengembangan proyek energi baru terbarukan.

Selain berkarier di PLN, Suroso menjabat Ketua Umum Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) periode 2026–2029. Ia juga memiliki sertifikasi Qualified Risk Governance Professional (QRGP) yang berkaitan dengan kompetensi tata kelola risiko.

Dengan rekam jejak tersebut, Iwa berharap kepemimpinan Suroso dapat menjaga keberlanjutan transformasi PLN sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menyiapkan talenta yang dibutuhkan industri ketenagalistrikan dan transisi energi nasional. []

Related Articles

Back to top button