Jasa Marga Kebut Perbaikan Jalan Tol Jelang Mudik Lebaran 2026, Target Rampung 14 Maret

Sakawarta, Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mempercepat pekerjaan preservasi di seluruh ruas jalan tol yang dikelola guna memastikan kelaikan kondisi jalan menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode mudik Lebaran Idulfitri 1447 H/2026.
”Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pengguna jalan selama arus mudik dan balik Lebaran,” kata Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono dalam keterangannya dikutip Jumat (13/3/2026).
Ia menyampaikan bahwa percepatan pekerjaan preservasi ini dilakukan menyusul kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Rivan tak memungkiri curah hujan yang terus-menerus turun berpotensi memicu gangguan pada perkerasan jalan, terlebih jika dikombinasikan dengan tingginya volume kendaraan dalam arus mudik serta melintasinya kendaraan dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL).
Menurut Rivan, berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca selama periode libur Lebaran 2026 diperkirakan masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah Indonesia.
”Oleh karena itu, Jasa Marga melakukan percepatan program preservasi jalan tol secara menyeluruh dan berkelanjutan dengan target seluruh gangguan perkerasan telah ditangani secara optimal paling lambat pada 14 Maret 2026,” ucapnya.
Rivan juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan tol atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi akibat gangguan perkerasan maupun pekerjaan preservasi yang tengah berlangsung di sejumlah ruas tol.
”Proses preservasi tersebut dilakukan secara masif dan terkoordinasi agar setiap ruas tol berada pada level layanan prima dengan menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” tuturnya.
Pekerjaan preservasi ini dilaksanakan di bawah pengawasan Kementerian Pekerjaan Umum sebagai bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol.
Melalui langkah tersebut, kata Rivan, Jasa Marga terus berupaya meningkatkan kualitas layanan infrastruktur guna memastikan keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan.
Secara teknis, pekerjaan preservasi meliputi kegiatan scraping, filling, dan overlay (SFO) untuk memulihkan kualitas permukaan jalan, penanganan cepat terhadap lubang atau patching, serta penguatan struktur perkerasan pada titik-titik yang terdampak beban kendaraan ODOL.
Selain itu, Jasa Marga juga melakukan pembersihan dan normalisasi saluran drainase guna mencegah genangan air akibat curah hujan tinggi yang berpotensi mempercepat kerusakan konstruksi jalan.
Kegiatan preservasi juga mencakup pengecatan marka jalan, perbaikan guardrail, pemeliharaan rambu lalu lintas, serta perawatan penerangan jalan umum (PJU).
Menurut dia, seluruh pekerjaan dilakukan dengan pendekatan proaktif, preventif, dan rutin sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan infrastruktur sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman pengguna jalan tol.
”Tim perkerasan jalan dan jembatan ditingkatkan menjadi 67 tim, tim ruang milik jalan (rumija) dan drainase sebanyak 222 tim, serta 71 tim siaga yang akan bertugas di lapangan,” tuturnya.
Selain itu, perusahaan juga menyiapkan sekitar 9,3 ribu zak material coldmix untuk penanganan cepat kerusakan jalan, 209 unit pompa air untuk mengantisipasi genangan, serta 14 titik Early Warning System (EWS) genangan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan akibat cuaca ekstrem.
Rivan menambahkan, untuk menjaga kondisi perkerasan tetap dalam kategori baik, Jasa Marga juga akan melaksanakan perbaikan secara struktural melalui pekerjaan SFO dan rekonstruksi pada seluruh ruas tol yang dikelola Jasa Marga Group.
Di samping itu, patching permanen dilakukan pada titik-titik yang memerlukan penanganan segera guna memastikan kualitas perkerasan tetap optimal dan berkelanjutan.
”Pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan pengaturan lalu lintas yang ketat agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat. Mayoritas pekerjaan dilakukan pada malam hingga dini hari dengan pembatasan hanya satu lajur, serta dilengkapi rambu peringatan dan perangkat pengamanan di lokasi pekerjaan,” katanya.
Rivan memastikan seluruh kegiatan preservasi dilaksanakan sesuai standar kesehatan dan keselamatan kerja (K3) serta berkoordinasi dengan kepolisian, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan para pemangku kepentingan terkait.
”Jasa Marga juga memastikan informasi terkait rekayasa lalu lintas dan perkembangan kondisi jalan akan disampaikan secara real time melalui media sosial resmi perusahaan, Call Center 133, serta aplikasi Travoy agar pengguna jalan dapat merencanakan perjalanan mudik dengan lebih baik,” kata Rivan.







