Pramono Anung Siap Sulap Kota Tua Jadi Kawasan TOD, Pembangunan MRT Dikebut

Sakawarta, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan komitmennya untuk segera merevitalisasi Kota Tua, disulap menjadi kawasan Transit Oriented Development (TOD), serta mengebut proyek pembangunan MRT Fase 2B (Harmoni-Kota).
”Ya, tadi saya menerima Pak Doni dan juga jajaran, ada wamen, mereka bersama-sama dengan Pemerintah DKI Jakarta untuk segera memulai melakukan renovasi untuk Kota Tua,” kata Pramono Anung di Jakarta Selatan pada Kamis (20/11/2025).
Ia mengungkapkan, di kawasan cagar budaya tersebut terdapat aset milik pemerintah pusat dan BUMN, yang saat ini dikelola oleh BPI Danantara.
Maka itu, Pemprov DKI Jakarta akan menggandeng BPI Danantara sebagai pengelola aset BUMN tersebut dalam rangka merevitalisasi Kota Tua.
Adapun proyek revitalisasi Kota Tua dimulai tahun 2026 mendatang.
”Jadi roadmap untuk Kota Tua sedang kita rumuskan bersama. Nanti ada joint task force antara pemerintah pusat, BUMN, dan pemerintah Jakarta untuk segera melakukan perbaikan di Kota Tua,” ucap politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu.
Gubernur DKI Jakarta tersebut menargetkan revitalisasi Kota Tua akan rampung tahun 2029 mendatang. Sementara, proyek pembangunan MRT Jakarta fase lanjutan ditargetkan selesai tahun 2027.
”Dan mudah-mudahan dengan Monas telah selesai beroperasi, MRT-nya tahun 2027, kemudian Kota Tua 2029. Perencanaan untuk memperbaiki Kota Tua itu bisa dilakukan dari sekarang,” ujarnya.
Ia menambahkan, nantinya akan ada kawasan TOD (Transit Oriented Development) di Kota Tua.
”Dengan harapan bahwa Kota Tua betul-betul nanti bisa kita perbaiki dan mudah-mudahan seperti yang kita harapkan akan menjadi TOD baru bagi Jakarta,” kata Pramono Anung.







