VinFast Resmikan Pabrik EV di Subang Senilai Rp4,9 Triliun, Bisa Ciptakan 15.000 Lapangan Kerja

Sakawarta, Jakarta – VinFast meresmikan pabrik fasilitas produksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Subang, Jawa Barat (Jabar), yang menjadi tonggak penting dalam strategi untuk memperluas jaringan manufaktur global sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.
VinFast menginvestasikan lebih dari USD 300 juta (kurs Rp16.666) atau sekitar Rp4,9 triliun dengan kapasitas produksi awal 50.000 unit per tahun, yang bisa menciptakan 5.000 hingga 15.000 lapangan kerja.
Acara peresmian dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Luar Negeri Y.M. Arrmanatha C. Nasir, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Duta Besar Republik Sosialis Vietnam untuk Indonesia H.E. Ta Van Thong, serta perwakilan kementerian dan lembaga pusat maupun daerah, dan para mitra strategis VinFast di Indonesia.
CEO VinFast Asia, Pham Sanh Chau menyatakan pabrik di Subang berhasil diselesaikan dan mulai beroperasi hanya dalam waktu 17 bulan sejak peletakan batu pertama.
“Mencerminkan kemampuan eksekusi VinFast yang cepat dan solid. Fasilitas ini merupakan pabrik keempat VinFast secara global, serta pabrik pertama VinFast di Indonesia dan Asia Tenggara di luar Vietnam,” kata dia dalam keterangan resmi dikutip Senin (15/12/2025).
Ia menyatakan, beroperasinya pabrik sesuai jadwal menegaskan komitmen VinFast dalam mendukung agenda lokalisasi industri kendaraan listrik nasional.
Sesuai peta jalan yang telah ditetapkan, kata dia, VinFast menargetkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai lebih dari 40% pada 2026, meningkat menjadi 60% pada 2029, dan 80% mulai 2030, sejalan dengan kebijakan Pemerintah Indonesia.
“VinFast juga secara aktif membangun ekosistem industri pendukung di sekitar kawasan Subang,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasi atas peresmian pabrik VinFast yang dilaksanakan tepat waktu.
Ia menilai proyek ini sejalan dengan agenda pengembangan industri hijau nasional, serta berpotensi menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan ekosistem industri pendukung.
“Dengan skala investasi yang signifikan, VinFast diyakini dapat menjadikan Subang sebagai salah satu pusat industri EV baru di kawasan,” kata Airlangga.
Pham Sanh Chau melanjutkan, peresmian pabrik Subang bukan hanya bukti kemampuan eksekusi VinFast, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia.
Lokalisasi dinilai sebagai fondasi utama bagi keberlanjutan VinFast, sekaligus kontribusi nyata terhadap target pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, dan penciptaan lapangan kerja nasional.
“Dengan beroperasinya pabrik ini, VinFast telah membangun salah satu ekosistem kendaraan listrik paling terintegrasi di Indonesia,” ujarnya.
Pabrik VinFast Subang berdiri di atas lahan seluas 171 hektare dan dikembangkan secara bertahap dengan total investasi lebih dari USD 1 miliar. Pada fase lanjutan, kapasitas produksi dapat ditingkatkan hingga 350.000 unit kendaraan per tahun, untuk memenuhi permintaan pasar domestik sekaligus membuka peluang ekspor.
Pada Fase 1, VinFast menginvestasikan lebih dari USD 300 juta (kurs Rp16.666) atau hampir Rp5 triliun dengan kapasitas produksi awal 50.000 unit per tahun. Fasilitas ini dilengkapi lini produksi terintegrasi berstandar internasional dengan tingkat otomasi tinggi dan teknologi canggih.
“Area produksi mencakup body welding (pengelasan bodi), painting (pengecatan), assembly (perakitan), pusat inspeksi kualitas, serta gudang logistic,” ujarnya.
VinFast juga menyiapkan area khusus untuk supplier park (kawasan industri pemasok), yang akan menjadi pusat pengembangan pemasok dan pelaku industri lokal. Kawasan ini direncanakan terus diperluas untuk mendukung lokalisasi yang mendalam dan berkelanjutan.

Pada kapasitas penuh, pabrik Subang diproyeksikan menciptakan 5.000 hingga 15.000 lapangan kerja langsung, serta ribuan lapangan kerja tidak langsung di sektor rantai pasok dan layanan pendukung.
“Hal ini akan mendorong pertumbuhan sosial-ekonomi Subang sebagai pusat industri baru di Jawa Barat,” ujarnya.
Pada tahap awal, pabrik akan memproduksi model EV strategis VinFast untuk pasar Indonesia, yakni VF 3, VF 5, VF 6, dan VF 7 dengan setir kanan. Model-model ini dirancang untuk kebutuhan mobilitas perkotaan, menyasar konsumen muda dan keluarga modern.
Ke depannya, pabrik Subang juga akan merakit model-model baru yang dijadwalkan meluncur pada 2026, termasuk sepeda motor listrik (e-scooter) dan MPV listrik yang dioptimalkan untuk kebutuhan komersial dan layanan.
“Peresmian pabrik VinFast Subang semakin menegaskan peran VinFast dalam membangun rantai nilai kendaraan listrik di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Asia Tenggara dalam peta industri EV global. Pabrik ini menjadi tulang punggung ekosistem For a Green Future VinFast di Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam waktu kurang dari dua tahun beroperasi di Indonesia, VinFast telah menghadirkan portofolio produk yang beragam serta memperluas ekosistem layanan secara agresif, mulai dari jaringan dealer dan layanan purna jual, hingga pengembangan infrastruktur pengisian daya melalui kolaborasi dengan V-Green, serta kemitraan dengan perbankan dan institusi keuangan.
“Melalui kebijakan inovatif dan pendekatan berorientasi konsumen, VinFast terus mempercepat transisi menuju mobilitas hijau di Indonesia dengan kawasan yang lebih luas. Kehadiran pabrik ini diharapkan dapat memperkuat daya saing VinFast di pasar domestik, mempercepat program lokalisasi, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta berkontribusi signifikan dalam mendorong pertumbuhan industri EV nasional,” katanya.







