Properti

‎BP Tapera Dorong Akses Rumah Subsidi untuk Wartawan Melalui Sosialisasi di Kantor PWI Pusat

Sakawarta, Jakarta – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memperluas akses informasi program perumahan bersubsidi melalui kegiatan Sosialisasi Program Percepatan Penyaluran Rumah Subsidi bagi Wartawan yang digelar di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat pada Selasa (9/12/2025).

‎Deputi Komisioner BP Tapera Sid Herdi Kusuma menerangkan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan pimpinan PWI dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait serta Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho beberapa waktu lalu, yang membahas percepatan akses hunian bagi insan pers.

‎Sid Herdi Kusuma menegaskan bahwa penyediaan rumah layak dan terjangkau merupakan bagian dari mandat negara yang saat ini dijalankan BP Tapera melalui pengelolaan pembiayaan perumahan bersubsidi yang dananya bersumber dari APBN.

‎Ia menjelaskan, program ini dirancang untuk seluruh lapisan masyarakat, baik yang berpenghasilan tetap maupun tidak tetap. Namun, diperuntukkan hanya bagi mereka yang belum pernah memiliki rumah.

‎Ia berharap para anggota PWI yang belum memiliki hunian dapat memanfaatkan fasilitas ini sehingga sekaligus berkontribusi pada pencapaian Program Tiga Juta Rumah yang menjadi salah satu program strategis nasional pemerintahan Prabowo–Gibran.

‎Plt Direktur Pemanfaatan Pembiayaan dan Layanan Digital BP Tapera Alfian Arif dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya peran media dalam kesuksesan program perumahan rakyat.

‎Menurutnya, keberhasilan program subsidi perumahan sangat bergantung pada penyebaran informasi yang dilakukan media secara luas dan akurat.

‎Ia kemudian memaparkan fitur produk KPR Sejahtera FLPP yang saat ini menjadi skema utama pembiayaan rumah subsidi, di antaranya uang muka hanya satu persen, bunga tetap lima persen hingga lunas, angsuran sekitar satu jutaan rupiah, tenor hingga dua puluh tahun, serta perlindungan asuransi jiwa bagi debitur.

‎Ia juga menjelaskan bahwa skema penyaluran dilakukan melalui mekanisme executing sehingga pengajuan rumah subsidi harus diajukan langsung melalui bank penyalur seperti BTN.

‎Ia menambahkan, untuk menjaga ketepatan sasaran, kualitas hunian, dan transparansi pengembang, BP Tapera bersama pemerintah menciptakan sejumlah sistem informasi dan aplikasi digital, seperti SIRENG untuk registrasi pengembang, SIKASEP untuk pengajuan KPR subsidi, dan SIKUMBANG untuk pemetaan data hunian dan pengembang.

‎”Seluruh sistem ini disiapkan untuk memastikan layanan yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi bagi masyarakat,” ujar Alfian.

‎Sebagai tindak lanjut konkret dari pertemuan tersebut, BP Tapera bersama PWI dan Bank BTN bersepakat untuk menyiapkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) guna mempermudah anggota PWI dalam mengakses pembiayaan rumah subsidi.

‎”Melalui kemitraan ini, seluruh pihak berharap dapat mengoptimalkan serapan kuota rumah subsidi, mempermudah proses appraisal dan kemudahan uang muka, serta memastikan tata kelola yang aman tanpa menimbulkan potensi beban maupun celah hukum bagi BP Tapera, PWI, maupun Bank BTN,” katanya.

‎”BP Tapera menegaskan komitmennya untuk terus memperluas sosialisasi dan meningkatkan kualitas layanan agar semakin banyak masyarakat, termasuk para wartawan, dapat mewujudkan kepemilikan rumah pertama yang layak dan terjangkau,” ucapnya menambahkan.

‎Acara ini dihadiri oleh Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang, jajaran Pengurus Harian DPP PWI, perwakilan Bank BTN selaku bank penyalur, serta seluruh Ketua Umum DPD PWI se-Indonesia yang mengikuti acara secara daring.

‎Sementara itu BP Tapera hadir secara langsung melalui Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera, Sid Herdi Kusuma, didampingi Plt Direktur Pemanfaatan Pembiayaan dan Layanan Digital, Alfian Arif, sebagai narasumber utama.

Baca Juga  SIG: Bata Interlock Presisi Bisa Percepat Durasi Pembangunan Program Tiga Juta Rumah

Related Articles

Back to top button