BisnisTeknologi

‎DAMAC Digital Hadirkan Pusat Data Center JKT01 di Jakarta dengan Total Investasi Rp2,3 Triliun

Sakawarta, Jakarta – DAMAC Digital, perusahaan infrastruktur digital global yang berkantor pusat di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) melakukan proses “topping off” (tutup atap) pada kuartal pertama 2026.

“Hal menunjukkan dukungannya untuk mewujudkan impian Indonesia menjadi kekuatan digital baru di Asia,” kata Pendiri DAMAC Digital Hussain Sajwani dalam keterangannya dikutip Jumat (13/3/2026).

‎Hussain menerangkan, infrastruktur ini dirancang sebagai pusat data atau data center pertama di Indonesia dengan nama JKT01 – Jakarta Central dengan kapasitas sebesar 19,2 MW yang akan mulai beroperasi pada tahun 2026.

Adapun bangunan yang didirikan dengan total nilai investasi sebesar USD 150 juta atau sekitar Rp 2,3 triliun.

‎”Ini diharapkan sudah bisa dioperasionalisasikan pada tahun ini. Fase pertama dijadwalkan selesai pada kuartal ketiga tahun 2026, sekaligus juga menjadi bukti kami memperkuat jejak portofolio DAMAC Digital di seluruh wilayah Asia Tenggara,” kata Hussain Sajwani dalam keterangannya dikutip Jumat (13/3/2026).

Hussain Sajwani menjelaskan, proses “topping off” pusat data JKT01 – Jakarta Central ini menjadi pencapaian penting terhadap rampungnya struktur utama bangunan yang berada di lokasi MT Haryono, Jakarta.

DAMAC Digital menargetkan total kapasitas operasional lebih dari 250 MW di Indonesia.

Ia mengatakan proses yang telah dilakukan ini menjadi progres dari fase konstruksi yang signifikan dibangun hanya dalam waktu enam bulan sejak tahap groundbreaking pada Agustus 2025.

Lebih lanjut Hussain Sajwani menjelaskan topping off ini juga dapat dilihat sebagai salah satu keberhasilan dalam membangun struktur utama dan fondasi operasional data center di Jakarta. 

Momen ini, kata dia, menjadi bukti dedikasi dan kolaborasi tim dalam menghadirkan standar kualitas terbaik.

‎Ia juga menegaskan komitmen untuk memastikan penyelesaian proyek ini terus berjalan lancar demi menghadirkan manfaat berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh mitra bisnis dan pemangku kepentingan di Indonesia.

‎“Milestone konstruksi ini menonjolkan keunggulan engineering dan strategi jangka panjang kami. Dengan infrastruktur yang scalable, kami siap mendukung tujuan Indonesia menjadi salah satu negara dengan kekuatan digital baru di Asia,” ujarnya.

Baca Juga  ZTE Hadirkan Cold-Plate Liquid Cooling, Atasi Tantangan Konstruksi Data Center

Hussain Sajwani juga menegaskan bahwa hadirnya proyek ini menjadi visi perusahaan untuk dapat memperkuat ekosistem ekonomi digital di Indonesia.

‎“Kami senang melihat kemajuan pesat pembangunan ini yang berhasil rampung dalam waktu singkat guna memenuhi kebutuhan data center generasi terbaru,” katanya.

Sebagaimana diketahui, rencana pembangunan Jakarta Data Center (JKT-01) ini kali pertama diumumkan pada tahun 2024. Total nilai investasi yang dikucurkan sebesar USD 150 juta (sekitar Rp 2,3 triliun).

“Pemilihan lokasi di kawasan MT Haryono ini memiliki pertimbangan strategis bahwa daerah ini berada di dalam klaster pusat data yang paling terkoneksi dan bisa menjadi pusat hub data di wilayah Jakarta,” kata Hussain Sajwani.

Bangunan JKT-01 ini hadir dengan fasilitas setinggi enam lantai yang berada di atas lahan dengan luas 3.600 meter persegi dan bangunan seluas 15.080 meter persegi. Nantinya bangunan ini akan mendistribusikan daya sebesar 19,2 MW.

Hussain Sajwani menjelaskan, dengan mengadopsi sistem menara pendingin air (water-cooling tower) yang mutakhir, fasilitas ini nantinya mampu menampung hingga 1.350 rak dengan kerapatan rata-rata 13–15 kW dengan efisiensi energi maksimal.

‎“JKT-01 akan memiliki tiga ruang data (data hall) seluas masing-masing sekitar 760 meter persegi yang khusus dirancang untuk memberikan efisiensi energi, mendukung operasional berkelanjutan, dan selaras dengan standar global pusat data ramah lingkungan (green data center),” tutur Hussain Sajwani.

Hussain Sajwani menambahkan lagi bahwa kehadiran JKT-01 diproyeksikan dapat menjawab permintaan yang terus meningkat dari Penyedia Layanan Cloud (CSP) dan penyebaran edge computing. Fase pertama dijadwalkan selesai pada kuartal ketiga tahun 2026.

“Fase ini menjadi bukti terhadap jejak portofolio DAMAC Digital di seluruh wilayah Asia Tenggara, dan itu dimulai dari Jakarta,” ujarnya.

Momen pencapaian penting ini dihadiri oleh jajaran manajemen DAMAC Digital beserta para mitra strategis. Acara ini diakhiri dengan pemberian apresiasi kepada seluruh pihak terkait mulai dari tenaga konstruksi hingga perwakilan negara yang telah bersinergi dalam memastikan kelancaran pembangunan infrastruktur digital ini.

Related Articles

Back to top button