DJP Tanamkan Kesadaran Pajak Sejak Dini Melalui Pajak Bertutur 2025
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan sikap sadar dan taat pajak melalui penanaman nilai-nilai kesadaran pajak dalam proses pembelajaran.

Sakawarta, Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Pajak Bertutur 2025. Acara puncak Pajak Bertutur 2025 diadakan pada Rabu, 27 Agustus 2025 secara serentak di seluruh unit kerja DJP di Indonesia, meliputi 34 Kantor Wilayah DJP, 352 Kantor Pelayanan Pajak, dan 204 KP2KP.
Tahun ini, Pajak Bertutur terselenggara di 80 Sekolah Dasar/sederajat, 149 SMP/sederajat, 394 SMA/sederajat, serta 49 Perguruan Tinggi, dengan total peserta mencapai 28.218 siswa dan mahasiswa.
Puncak acara Pajak Bertutur 2025 yang diselenggarakan di Kantor Pusat DJP dihadiri oleh Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto, para Staf Ahli di lingkungan Kementerian Keuangan, para pejabat struktural di lingkungan DJP, seluruh pegawai DJP yang mengikuti secara luring maupun daring, Rektor Universitas Antakusuma, Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang.
Pajak Bertutur 2025 mengusung tema “Generasi Muda Sadar Pajak untuk Indonesia Maju” dengan tagline “Sehari Mengenal, Selamanya Bangga”. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan sikap sadar dan taat pajak melalui penanaman nilai-nilai kesadaran pajak dalam proses pembelajaran. Selain itu, Pajak Bertutur juga mendukung program Inklusi Kesadaran Pajak serta mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam memperkuat pembelajaran kesadaran pajak di dunia pendidikan.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Pelayanan, Penyuluhan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Rosmauli, menyampaikan bahwa Pajak Bertutur dilatarbelakangi oleh pentingnya kesadaran pajak sebagai salah satu pilar utama dalam membentuk masyarakat yang taat pajak dan berkontribusi aktif terhadap pembangunan negara. Ia menekankan bahwa inklusi kesadaran pajak sejak dini merupakan langkah strategis yang harus dilaksanakan secara berkesinambungan untuk mencetak generasi yang sadar pajak.
Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, menyampaikan apresiasi atas antusiasme para peserta dan dukungan seluruh pihak terhadap kegiatan Pajak Bertutur. “Saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi adik-adik serta dukungan semua pihak terhadap kegiatan Pajak Bertutur. Semoga ini menjadi bukti nyata bahwa bersama-sama kita dapat pemikul estafet pembangunan Indonesia,” ucapnya.
Lebih lanjut, Bimo menegaskan bahwa pemahaman generasi muda tentang pajak memiliki peran penting bagi masa depan bangsa. “Jika puluhan juta siswa dan mahasiswa di seluruh Indonesia memahami pentingnya pajak, maka di masa depan kita akan memiliki kekuatan besar, yaitu generasi yang cerdas, berintegritas, dan mau bergotong royong demi kemajuan bangsa. Dengan kesadaran itu, cita-cita Indonesia menjadi bangsa yang maju bukanlah sekadar angan-angan, melainkan tujuan yang dapat kita wujudkan bersama,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Bimo Wijayanto juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah menjadi pendidik, penggerak, dan teladan bagi anak-anak bangsa. Ia menegaskan bahwa perjuangan menumbuhkan kesadaran pajak harus terus berlanjut agar nilai gotong royong dalam membangun negeri dapat semakin mengakar kuat.