Proyek Tol Getaci Belum Menarik Minat Investor, Anggaran Dialihkan untuk Kebut Pembangunan Bendungan Cibeet dan Cijurey

Sakawarta, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan kelanjutan proyek Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap atau Getaci masih belum menarik minat investor. Maka itu, pemerintah mempertimbangkan pengalihan dukungan anggaran ke proyek Bendungan Cibeet dan Cijurey di Jawa Barat.
Dody mengungkapkan, musabab rendahnya minat terhadap proyek tersebut umumnya karena proyeksi trafik yang dinilai kurang menarik. Dalam kondisi itu, pemerintah biasanya memberikan dukungan pendanaan agar proyek tetap layak secara finansial.
“Biasanya kalau satu proyek yang kita tawarkan itu enggak banyak minatnya ya biasanya kan itu karena trafiknya kurang. Kalau trafiknya kurang kan supaya tetap menarik kan pemerintah chip in (anggarkan dukungan konstruksi), dengan kemudian keterbatasan anggaran hari ini chip in-nya pemerintah akhirnya dipinggirkan,” kata Dody dalam media gathering di kantor Kementerian PU, Jakarta, dikutip Kamis (16/4/2026).
Dody menyampaikan, Kementerian PU pun mempertimbangkan penggunaan anggaran untuk mempercepat pembangunan bendungan, ketimbang memaksakan dukungan pembangunan pada proyek tol tersebut. Salah satunya adalah percepatan konstruksi Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey guna mengurangi risiko banjir di wilayah Kabupaten Bogor, Karawang, dan Bekasi, Jawa Barat.
“Apakah lebih baik kita misalnya chip in di Getaci atau kita percepat (konstruksi) Cibeet dan Cijurey supaya Karawang dan Bekasi itu enggak banjir lagi ke depannya,” tutur Dody.
Dody menargetkan pembangunan kedua bendungan tersebut dapat rampung secara bertahap mulai 2027 hingga 2028.
Menurut dia, percepatan diperlukan untuk mengantisipasi potensi banjir di kawasan tersebut.
“Saya sih berharap bisa selesai paling enggak 2027-2028 ya. Karena dengan mata kepala saya sendiri melihat, kalau itu enggak segera diselesaikan, saya khawatir Karawang dan Bekasi banjir lagi. Jadi paling enggak selesai 2027 dan sisanya 2028,” ujarnya dikutip dari investortrust.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra sebelumnya mengonfirmasi bahwa proyek Jalan Tol Getaci kini memasuki tahap penyiapan baru melalui fasilitas pengembangan proyek project development facilities (PDF).
Dia menjelaskan, proses krusial tersebut dijadwalkan mulai dieksekusi pada kuartal II-2026. Adapun, skema PDF dijalankan dalam rangka memastikan dokumen teknis dan finansial proyek lebih matang sebelum kembali ditawarkan kepada investor. Mengingat, proyek Tol Getaci sempat beberapa kali gagal mendapat investor.
“Untuk rencana proyek jalan tol Gedebage — Tasikmalaya, saat ini sedang dalam tahap penyiapan, di mana penyiapannya dilaksanakan melalui fasilitas pengembangan proyek (PDF) dari Kementerian Keuangan yang ditargetkan dapat dimulai pada triwulan II tahun 2026,” kata Rachman Arief kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Dalam pelaksanaannya, kata Rachman, Kementerian Keuangan telah memberikan penugasan khusus kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI sebagai pelaksana teknis PDF.
Di sisi lain, PT PP Tbk (PTPP) mengungkapkan bahwa progres proyek pembangunan Bendungan Cibeet Paket II sudah sebesar 12,62% per Juli 2025.
Pembangunan Bendungan Cibeet Paket II merupakan proyek strategis nasional (PSN) yang digarap melalui kerja sama operasi PTPP dengan MARFRI dan DMT.
Proyek yang terletak di Jawa Barat itu bernilai Rp1,81 triliun dan ditargetkan selesai dalam 1.860 hari kalender. Waktu pengerjaannya mulai dari 4 September 2023 hingga 6 Oktober 2023.
Bendungan ini memiliki luas lahan sekitar 1.700,26 hektare (ha) dengan total nilai kontrak Rp5,5 triliun. Lebih lanjut, Bendungan Cibeet dirancang dengan luas genangan 735,61 ha serta kapasitas tampung 97,53 juta meter kubik.
Sementara itu, Bendungan Cijurey yang berlokasi di Kecamatan Cariu, Kecamatan Sukamakmur dan Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, yang telah menunjukkan progres fisik 30,30% per Juni 2025, dengan progres keuangan sebesar 20,39% terhadap rencana multi years contract (MYC).
Adapun luas genangan bendungan ini mencapai 56,15 ha dan kapasitas tampungan mencapai 14,37 juta meter kubik.
Setelah resmi beroperasi, Bendungan Cijurey diproyeksi akan memasok air irigasi untuk Daerah Irigasi Cihoe-Cikumpeni seluas 1.486 ha dan DI Ciomas-Pasang Bedil seluas 60 ha serta dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari 180% menjadi 265%, dan berpotensi menambah Daerah Irigasi Baru seluas 501 ha. []







